Lintangsulut.com, Tomohon — Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Bahasa Jepang Praktis bagi Generasi Muda dan Pelajar di Kota Tomohon, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan berbahasa Jepang serta pemahaman budaya Jepang yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Program pelatihan dipimpin oleh Drs. Jos Narande, M.Pd, Mariam Frika Toliwongi, M.Pd, dan Fanda Tellew, M.Pd, yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNIMA.
Pelatihan ini menyasar siswa SMA dan mahasiswa di Kota Tomohon dengan fokus pada peningkatan kompetensi komunikasi dasar bahasa Jepang, sekaligus penguatan wawasan lintas budaya. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam memperluas literasi bahasa asing di kalangan generasi muda.
Materi pelatihan mencakup empat keterampilan dasar bahasa Jepang, yakni berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai budaya kerja dan kehidupan di Jepang agar mampu beradaptasi secara sosial maupun profesional.
Metode pembelajaran dilaksanakan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, serta simulasi percakapan sederhana. Kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari alumni SMA asal Tomohon yang saat ini bekerja di Jepang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Julian Indonesia Iwate, yang memberikan gambaran nyata tentang peluang kerja internasional melalui penguasaan bahasa Jepang.
Sebelum pelaksanaan, tim dosen UNIMA melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan perguruan tinggi di Tomohon melalui komunikasi daring. Setelah tahap persiapan, kegiatan dilaksanakan secara langsung di sekolah dan kampus yang telah ditentukan.
Dalam sesi awal, peserta diperkenalkan dengan data global pembelajar bahasa Jepang, yang pada tahun 2018 tercatat lebih dari 3,8 juta pemelajar di seluruh dunia, dengan sekitar 870 ribu berada di Indonesia. Sekitar 40 persen di antaranya merupakan siswa SMA, menunjukkan tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap bahasa Jepang.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta menyatakan puas dan termotivasi untuk terus mempelajari bahasa Jepang sebagai bekal masa depan. Selain keterampilan bahasa, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, etos kerja, dan etika positif yang menjadi ciri budaya Jepang.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UNIMA menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing di tingkat global. (Mis)





